Sifat Pengamal Ilmu Hikmah | Syarat Belajar Ilmu Hikmah - IlmuHikmah.Net
Ilmu Hikmah

Sebelas Sifat Pengamal Ilmu Hikmah

Setidaknya ada sebelas sifat yang sebaiknya dimiliki oleh para pengamal Ilmu Hikmah. Apabila Anda adalah seorang pengamal, hendaknya Anda berusaha untuk memiliki sifat-sifat tersebut demi kelancaran dalam mengamalkan Ilmu Hikmah. Anda tidak harus menjadi manusia suci atau manusia yang sempurna, namun setidaknya kita berusaha untuk menjadi yang terbaik sesuai kemampuan kita masing-masing.

Sebelas sifat yang disarankan bagi pengamal Ilmu Hikmah antara lain: 

Hendaklah Anda tidak bersumpah dengan menggunakan nama Allah, kecuali dalam persidangan atau hal-hal yang sangat penting. Jangan mudah bersumpah dalam percakapan sehari-hari, hanya karena Anda ingin dipercaya. Dengan demikian, perkataan Anda akan lebih punya kekuatan bagi diri Anda dan bagi orang lain. Kekuatan kata-kata Anda akan bertambah, sanak saudara Anda akan menghormati, tetangga-tetangga Anda akan memuliakan, orang yang kenal dengan Anda akan segan dan semua orang Anda merasa gentar ketika Anda berbicara.

  1. Tidak berbohong

Sebaiknya Anda menghindari kebohongan, baik berbohong yang sesungguhnya maupun hanya sekedar lelucon saja. Jika Anda telah membiasakan diri untuk berkata dengan benar, maka perkataan Anda akan mengandung hikmah dan berkah yang besar. Dan setiap ucapan Anda bisa menjadi doa yang makbul (mudah terkabul). Amalan Ilmu Hikmah tidak cocok untuk orang yang suka berbohong, kecuali bohong dalam kondisi darurat demi kebaikan.

  1. Menepati janji

Apabila Anda sudah berjanji (mengatakan sesuatu pada seseorang), maka janganlah mengingkari janji itu. Jika Anda merasa tidak siap untuk menepati, lebih baik tidak berjanji. Sebab mengingkari janji termasuk ke dalam perbuatan bohong. Jika Anda tidak menepati janji, ucapan Anda akan berkurang berkahnya. Demikian halnya dengan amalan dzikir dan doa-doa yang Anda lantunkan.

  1. Tidak dendam kepada binatang

Manusia adalah makhluk yang paling mulia karena diberikan akal yang sempurna oleh Allah. Oleh karena itu, apabila Anda disakiti oleh binatang (misalnya dicakar kucing) hendaklah tidak mengutuk atau membalas menyakiti mereka. Kecuali dalam kondisi tertentu dimana itu ada binatang liar yang membahayakan banyak orang, maka Anda berhak membunuh/ mengurung binatang itu atas alasan kebaikan, bukan karena dendam.

  1. Tidak berdoa agar orang lain celaka

Membalas kezaliman orang lain diperbolehkan dalam Islam. Namun lebih mulia adalah orang yang berdoa baik ketika dizalimi oleh orang lain. Jika Anda ingin mendapatkan keberkahan Ilmu Hikmah yang sesungguhnya, hendaklah Anda tidak berdoa atau menggunakan Ilmu Hikmah untuk mencelakakan atau menyakiti orang lain. Meskipun secara hukum dunia kita boleh melawan kezaliman orang tersebut, namun niatnya bukanlah untuk balas dendam, melainkan agar dia jera dan sadar akan kesalahannya.

  1. Jangan mudah mengkafirkan orang lain

Suka mengkafirkan orang lain atau menganggap orang lain sesat adalah bentuk dari arogansi terhadap keyakinan sendiri. Orang seperti ini biasanya merasa paling benar atau paling suci. Sifat inilah yang penting untuk dihindari oleh semua pengamal Ilmu Hikmah. Orang yang mengamalkan Ilmu Hikmah hendaknya bersikap toleran atas semua perbedaan yang ada di dunia ini dan tidak boleh merasa paling benar keyakinannya.

  1. Menghindari dosa-dosa besar

Sebagai manusia biasa, tidak mungkin kita bisa terbebas dari dosa sepenuhnya. Namun apabila Anda ingin lancar dalam mempelajari Ilmu Hikmah, hindarilah dosa-dosa besar. Terutama dosa syirik atau menyekutukan Allah. Biasakan diri Anda untuk selalu bertakwa kepada Allah, menjalankan perintah dan menjauhi larangannya sesuai kadar kemampuan Anda. Dengan begitu, seluruh hidup Anda akan dilimpahi keberkahan.

  1. Jangan membebani seseorang

Jangan membebani orang lain demi kepentingan diri Anda sendiri. Jadilah orang yang mandiri atau jika bisa jadilah orang yang bisa meringankan beban orang lain. Apabila Anda punya prinsip untuk tidak membebani orang lain, maka masalah seberat apapun yang Anda tanggung sekarang akan diselesaikan oleh Allah. Bukan hanya itu, jalan hidup Anda akan penuh dengan kemudahan, serta keberadaan Anda di dunia menjadi berkah bagi banyak orang.

  1. Tidak berharap belas kasihan manusia

Ketika Anda ditimpa kesusahan, janganlah meminta belas-kasihan manusia dan jangan mengharapkan pertolongan manusia. Sandarkan diri Anda hanya kepada Allah, maka Allah akan menggerakkan hati orang-orang untuk membantu Anda. Inilah yang disebut tawakal. Ketika pengamal Ilmu Hikmah bisa bertawakal hanya kepada Allah, maka Allah-lah yang akan “turun tangan” untuk menyelesaikan segala urusannya di dunia.

  1. Tidak menyombongkan diri

Hindarilah sikap sombong atau merasa hebat, karena sifat sombong berlawanan dengan tawakal. Dan sifat sombong akan menutup pintu rahmat Allah. Hendaknya para pengamal Ilmu Hikmah bersifat rendah hati, yaitu tidak merasa bangga atas ilmu yang dititipkan padanya, tidak merasa hebat ketika bisa membantu orang lain, dan tetap menghormati orang lain meskipun dirinya punya kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Di dalam kerendahan hati itu, Anda hendaknya hanya melihat kelebihan orang lain dan Anda berkata, “Barangkali, menurut pandangan Allah, orang itu lebih baik dan lebih kedudukannya daripada aku.”

  1. Banyak bersyukur

Para pengamal Ilmu Hikmah hendaknya banyak bersyukur atas karunia yang Allah berikan. Cara untuk bersyukur adalah dengan memperhatikan hal-hal positif atau hikmah dari segala sesuatu. Apapun hasil yang didapat dari usahanya, hendaknya disyukuri dengan penuh kesadaran. Pengamal Ilmu Hikmah hendaknya menghindari sifat keluh-kesah atau suka membicarakan kesusahan dirinya. Hanya dengan bersyukur hati Anda akan lapang dan Allah akan menambahkan berkah bagi orang-orang yang bersyukur.

Insyaallah, apabila Anda memiliki sebelas sifat tersebut, perjalanan Anda dalam mempelajari Ilmu Hikmah akan lancar. Sehingga cita-cita Anda, baik yang berhubungan dengan masalah duniawi maupun masalah akhirat bisa Anda capai dengan rahmat dan ridho Allah SWT.

CATATAN: Artikel ini ditulis oleh tim IlmuHikmah.Net yang tergabung dalam Asosiasi Parapsikologi Nusantara (APN). Harap tidak copy-paste tulisan ini ke blog atau situs lain tanpa izin dari pihak IlmuHikmah.Net. Terima kasih atas kesadaran Anda untuk menghargai karya tulis orang lain. Semoga hidup Anda lebih berkah karena telah berbuat benar.